أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ para pembaca
Kawan Mulai dari mana?
Temanya apa?
Bagaimana jika hasilnya tidak bagus?
Responnya buruk, atau bahkan not responding?
Ahhh..jangan pedulikan itu!
Tulis saja, apa yang kau bisa
Dan kau inginkan
Karena kejujuran kata-kata
Yang kau tulis lewat pena
Sesungguhnya adalah kebaikan untukmu sendiri
**************
Apa buruknya tulisan yang tak bermutu?
Kau hanya akan tahu sisi lemahmu
Juga cara pandangmu pada dunia
Itulah caramu keluar dari diri, dan melihat jiwa
Dengan utuh, lewat kejujuran tulisanmu
Bukankah dengannya,
Kau justru akan bertumbuh,
Bertambah haus ilmu,
Juga belajar berani menatap siapa dirimu?
*****************
Kenapa harus merasa malu
Saat tulisanmu tak seperti orang lain
Tak puitis, tak berkelas, tak tertata….
Bukankah semua yang besar berawal dari kecil?
Lupakah kau bahwa suatu ciptaan yang ada berasal dari ketiadaan?
Tak harus malu untuk melangkah
Karena tapak kakimu kecil
Langkahkan saja dengan cepat
Niscaya kau akan bisa kejar kafilah itu
***********************
Duhai jiwa…..
Kenapa kau begitu pedulikan
Tatapan manusia!!!!!!
*********************
Luruskan saja niatmu
Untuk apa kau menulis?
Untuk dipandang manusia, supaya dikatakan berilmu?
Agar dipuji dan dikatakan hebat?
Atau karena remeh temeh dunia lainnya?
Lamat-lamat kudengar kekasih Allah berkata:
“sesungguhnya semua amal itu dengan niat.
Dan sesungguhnya bagi setiap orang itu apa yang ia niatkan”
*************************
Ah….lag-lagi niat
Dari awal penciptaan manusia
Hingga kiamat,
Tak kan pernah henti syaithan
Mengajak kita tersesat
“pelajarilah niat,
Sebagaimana kalian belajar ilmu”
Begitu nasehat seorang salaf
******************
Seorang generasi tabi`in pernah berhenti sejenak
Saat harus mengikuti jenazah seorang sahabat
Kenapa?
Karena ia belum punya niat
Mengapa dia harus berada di sana
Setelah dia temukan niat yang tepat
Dan dapat membuat Allah ridha,
Barulah ia lanjutkan langkah kakinya
Mengiringi jenazah sahabatnya
**********************
Berapa seringnya kita tak berniat?
Untuk hal-hal ibadah
Dan hal-hal kebiasaan sehari-hari kita
Termasuk menulis….
***********************
Nabi SAW bersabda :
“Allah berfirman, `jika hamba-Ku berniat melakukan suatu amal keburukan, maka janganlah kalian (para malaikat) mencatat kesalahannya hingga ia mengerjakannya. Jika ia telah melakukannya, tulislah semisal perbuatannya. Dan jika ia meninggalkannya karena (takut kepada)-Ku, maka tulislah baginya 1 kebaikan. Dan jika hamba_ku berniat melakukan suatu amal kebaikan namun belum dikerjakannya, maka tulislah baginya 1 kebaikan, adapun jika ia telah melakukannya, maka tulislah baginya 10 kebaikan semisalnya, hingga 700x lipat (H.R. Bukhori)
*************************
Ahhh…indahnya menjadi hamba Allah
1 kebaikan,
10 kebaikan,
Atau 700 kebaikan
Adalah hak prerogatif Allah untuk tentukan
Berapa yang layak kita dapatkan
Tugas kita hanya berusaha semampunya
Memberikan yang terbaik yang kita punya, karena Allah.
Dengan persembahan terbaik yang kita bisa
Yang tak tercampur kotoran apapun
Bukan karena dunia yang fana,
Juga karena pamrih pada Allah
Seperti susu murni yang Allah pisahkan
Dari darah dan kotoran
*******************
Tulis saja……
Karena sesungguhnya
Engkau sedang membuat jejak sejarah
Tentang perjalanan hidup manusia
Yang tak akan bisa terekam sempurna
Lewat angan dan lamunan semata
Saatnya merenung; benarkah renunganmu selama ini?
Kala kau rasa itu salah, maka tuliskanlah
Niscaya kau tak akan mengulanginya
Kala kau rasa ia benar, cukuplah hamdalah
Sebagai pengingat kita
****************
Jadi, tulislah dengan hatimu
Karena kau tak pernah tahu,
Siapa yang akan tersentuh
Lewat pena mu.
Saat suara mu tak bisa terdengar,
Biarlah tulisanmu merangkai cerita
Tanpa harus mengharap pujian kanan
Dan celaan kiri
Apalagi hanya acungan jempol
Yang terkadang tak keluar dari hati
*****************
Rabb…bantu dan bimbing hamba
Kawan Mulai dari mana?
Temanya apa?
Bagaimana jika hasilnya tidak bagus?
Responnya buruk, atau bahkan not responding?
Ahhh..jangan pedulikan itu!
Tulis saja, apa yang kau bisa
Dan kau inginkan
Karena kejujuran kata-kata
Yang kau tulis lewat pena
Sesungguhnya adalah kebaikan untukmu sendiri
**************
Apa buruknya tulisan yang tak bermutu?
Kau hanya akan tahu sisi lemahmu
Juga cara pandangmu pada dunia
Itulah caramu keluar dari diri, dan melihat jiwa
Dengan utuh, lewat kejujuran tulisanmu
Bukankah dengannya,
Kau justru akan bertumbuh,
Bertambah haus ilmu,
Juga belajar berani menatap siapa dirimu?
*****************
Kenapa harus merasa malu
Saat tulisanmu tak seperti orang lain
Tak puitis, tak berkelas, tak tertata….
Bukankah semua yang besar berawal dari kecil?
Lupakah kau bahwa suatu ciptaan yang ada berasal dari ketiadaan?
Tak harus malu untuk melangkah
Karena tapak kakimu kecil
Langkahkan saja dengan cepat
Niscaya kau akan bisa kejar kafilah itu
***********************
Duhai jiwa…..
Kenapa kau begitu pedulikan
Tatapan manusia!!!!!!
*********************
Luruskan saja niatmu
Untuk apa kau menulis?
Untuk dipandang manusia, supaya dikatakan berilmu?
Agar dipuji dan dikatakan hebat?
Atau karena remeh temeh dunia lainnya?
Lamat-lamat kudengar kekasih Allah berkata:
“sesungguhnya semua amal itu dengan niat.
Dan sesungguhnya bagi setiap orang itu apa yang ia niatkan”
*************************
Ah….lag-lagi niat
Dari awal penciptaan manusia
Hingga kiamat,
Tak kan pernah henti syaithan
Mengajak kita tersesat
“pelajarilah niat,
Sebagaimana kalian belajar ilmu”
Begitu nasehat seorang salaf
******************
Seorang generasi tabi`in pernah berhenti sejenak
Saat harus mengikuti jenazah seorang sahabat
Kenapa?
Karena ia belum punya niat
Mengapa dia harus berada di sana
Setelah dia temukan niat yang tepat
Dan dapat membuat Allah ridha,
Barulah ia lanjutkan langkah kakinya
Mengiringi jenazah sahabatnya
**********************
Berapa seringnya kita tak berniat?
Untuk hal-hal ibadah
Dan hal-hal kebiasaan sehari-hari kita
Termasuk menulis….
***********************
Nabi SAW bersabda :
“Allah berfirman, `jika hamba-Ku berniat melakukan suatu amal keburukan, maka janganlah kalian (para malaikat) mencatat kesalahannya hingga ia mengerjakannya. Jika ia telah melakukannya, tulislah semisal perbuatannya. Dan jika ia meninggalkannya karena (takut kepada)-Ku, maka tulislah baginya 1 kebaikan. Dan jika hamba_ku berniat melakukan suatu amal kebaikan namun belum dikerjakannya, maka tulislah baginya 1 kebaikan, adapun jika ia telah melakukannya, maka tulislah baginya 10 kebaikan semisalnya, hingga 700x lipat (H.R. Bukhori)
*************************
Ahhh…indahnya menjadi hamba Allah
1 kebaikan,
10 kebaikan,
Atau 700 kebaikan
Adalah hak prerogatif Allah untuk tentukan
Berapa yang layak kita dapatkan
Tugas kita hanya berusaha semampunya
Memberikan yang terbaik yang kita punya, karena Allah.
Dengan persembahan terbaik yang kita bisa
Yang tak tercampur kotoran apapun
Bukan karena dunia yang fana,
Juga karena pamrih pada Allah
Seperti susu murni yang Allah pisahkan
Dari darah dan kotoran
*******************
Tulis saja……
Karena sesungguhnya
Engkau sedang membuat jejak sejarah
Tentang perjalanan hidup manusia
Yang tak akan bisa terekam sempurna
Lewat angan dan lamunan semata
Saatnya merenung; benarkah renunganmu selama ini?
Kala kau rasa itu salah, maka tuliskanlah
Niscaya kau tak akan mengulanginya
Kala kau rasa ia benar, cukuplah hamdalah
Sebagai pengingat kita
****************
Jadi, tulislah dengan hatimu
Karena kau tak pernah tahu,
Siapa yang akan tersentuh
Lewat pena mu.
Saat suara mu tak bisa terdengar,
Biarlah tulisanmu merangkai cerita
Tanpa harus mengharap pujian kanan
Dan celaan kiri
Apalagi hanya acungan jempol
Yang terkadang tak keluar dari hati
*****************
Rabb…bantu dan bimbing hamba
Komentar
Posting Komentar